• Date: 15 Februari 2026

    Hangat di dadaku ..

    Melihat potongan scene pada hidup mereka ..

    Yang sengaja ditampilkan.

    Foto-foto kebahagiaan ..

    Foto tentang keberadaan.

    .

    Hidup itu panjang ..

    Jika dengan harapan muluk ..

    Tentang memiliki.

    Memiliki uang banyak ..

    Memiliki dukungan ..

    Di saat-saat yang kuperlukan.

    Memiliki apapun yang menjadi kebutuhanku.

    .

    Kebahagiaan itu tidak sama dengan tawa lebar.

    Terkadang cukup ditandai dengan senyum samar.

    Bedanya ..

    Di kala itu hati menghangat.

    Dan mulut tidak lagi berucap ingin.

    Hanya .. cukup.

    .

    Aku bahagia ..

    Dengan tangan besar dan hangat yang selalu ada ..

    Ia menjaga ..

    Menatapku dengan bola mata teduh di saat hari sulit ..

    Dan terasa menyesakkan.

    Ia menunduk dan memberikan bahunya yang tenang itu.

    Angin sibuk memelintir helai-helai rambut yang bebas.

    Rasanya hangat ..

    Dijaga seperti itu.

    Ditemani.

    .

    Setiap orang pada dasarnya memiliki rasa sepi.

    Hanya saja ..

    Ada yang bisa ..

    Dan ada yang tidak mengontrolnya.

    .

    Berdoa ..

    Agar kamu yang sedang merasa hampa dan sia-sia

    Dapat segera menemukan pertolongan.

    Carilah dalam hatimu.

    Ia akan menuntun ..

    Menjadikanmu baru ..

    Pulih seutuhnya.

    .

    Tidak tergantung bagaimana manusia lain memperlakukanmu.

    .

    Hangat yang ada dalam hatiku ..

    Akan juga kamu temukan.

    .

    .

    .

    _🌷🌷🌷

  • Date: 08 Februari 2026

    Ada sesuatu mengenai kehidupan ..

    Yang sulit membuatku ingat akan rasa syukur ..

    .

    Entah salah di awal ..

    Tengah ..

    Atau caraku merespon.

    Sepertinya hanya yang terakhir ini yang benar.

    .

    Hidup adalah pertarungan.

    Dan caraku merespon adalah pertaruhannya.

    .

    Ada rasa sakit yang disembunyikan.

    Rasa lelah yang harus diredam.

    Perasaan terkoyak karena tak sedikit ingin yang tak bisa direalisasi.

    Sampai kapanpun.

    .

    Aku bukan bisu.

    Aku berbicara dengan lirih.

    Tanpa melihat mata siapapun..

    .

    Aku berbisa tapi aku tak melukai siapapun.

    .

    Ada banyak bagian yang rusak.

    Dari mana harus kumulai tambal?

    .

    Hidup bicara mengenai kerja keras.

    Selalu.

    .

    .

    .

    Pagi itu aku melihatnya tidak bangun lagi.

    Bulu dan tubuhnya tidak lagi hangat.

    Hitam, kaku, dan dingin.

    .

    Aku terdiam cukup lama menatapnya dari dekat.

    Dalam beberapa jam berikutnya rasa sedih mulai mengacaukan emosi dan caraku melihat.

    Respon berdukaku yang terlambat.

    .

    Suatu hari ..

    Mungkin aku akan pergi seperti itu.

    Sendiri, menahan sakit di setiap tarikan nafas-nafas akhir, lalu pergi diam-diam.

    .

    _🌷🌷🌷

  • Date: 15 Januari 2026

    Pagiku tidak sepi.

    Sudah ada jadwal tetapnya.

    Bangun. Kucek-kucek mata. Matikan alarm. Ambil laptop. Buka zoom.

    Berdoa.

    Upload recording ke youtube. Pasang alarm untuk bangun.

    Aku masih (bisa) berbaring lagi sebentar.

    .

    Setengah jam yang tidak penuh.

    Karena alarm dan banyak hal lain.

    .

    Ditemani perasaan yang familiar.

    Gelisah memulai hari.

    Selalu rasa itu.

    .

    Aku adalah tawanan emosiku sendiri.

    Ketakutan – kegelisahan mengilustrasikan sketsa hitam putih merah di dalam kepalaku.

    Bergerak – melaju dengan kecepatan di bawah rata-rata laju menyetirku biasanya.

    Dengan demikian,

    Waktu memberikanku kesempatan memproses ..

    Ya .. dengan perlahan.

    Sampai aku mengerti benar ..

    Kronologis setiap pembelajaran.

    Yang kujalani.

    .

    Rasanya campur aduk.

    .

    Waktu membiarkanku bersahabat dengan gelisah yang berbeda ..

    Walau dengan tema yang sama.

    .

    Hari-hariku

    Seperti berjalan di atas benang tipis.

    Tidak rapuh ..

    Tapi .. tidak (cukup) stabil meregangkan tubuhnya yang kurus dan fleksibel.

    .

    Hari-hari berlalu.

    Aku tahu ..

    Aku lebih mampu dari yang kelihatannya.

    .

    _🌷🌷🌷

  • Date: 18 Januari 2026

    Ada banyak drama tentang cinta.

    Cinta dangkal ..

    Cinta yang sulit ..

    Cinta sebelah tangan.

    .

    Mengapa ada banyak cinta yang seperti itu?

    Karena ekspektasi yang berlebihan.

    .

    Ada banyak drama tv yang sukses dengan rating tinggi.

    Karena menjual mimpi ..

    Dari kisah yang hadir sebenarnya.

    .

    Digabungkan dengan potongan-potongan visual menarik.

    Dan rangkaian cerita yang saling berkaitan.

    Awal, tengah, dan akhir.

    Penonton mendapatkan keseluruhan ceritanya.

    .

    Berbeda dengan apa yang terjadi sebenarnya.

    Dalam 1 kisah, kita “tidak diberi tahu” apa yang terjadi sekarang, lusa, .. dan pada akhirnya.

    Apa yang terjadi padanya ..

    Saat kita tidak mengetahuinya.

    .

    .

    .

    Cintaku ..

    Pada bulan yang bersinar di waktu malam.

    .

    Mataku memujanya ..

    Ia di sana bersinar dan cantik …

    Kadang penuh ..

    Kadang setengah bermisteri.

    .

    Namun jauh ..

    Aku hanya bisa menangkapnya dengan jemariku ..

    Seakan-akan (mampu) mengurungnya dalam jari2ku yang melengkung ..

    Tapi tidak benar-benar bisa memegangnya.

    .

    Ia terlihat ..

    Tetapi tidak mampu dimiliki.

    .

    Ia selamanya memilih tetap berada di tempatnya ..

    Walau merasa sepi.

    Walau merasa bosan.

    Walau merasa .. tidak bahagia.

    .

    Aku hanya bisa menjumpainya saat malam tiba.

    Di saat matahari dan cahayanya tidak menampakkan diri.

    Di saat bintang-bintang hadir ..

    Ada bersamanya ..

    Walau tidak benar-benar hadir untuk menemaninya.

    .

    Berlama-lama kududuk di tepi sungai ..

    Dengan hamparan layar perahu-perahu kecil

    Dengan warna-warni kontras.

    Dicat dengan pewarna seadanya

    Agar tidak perlu lagi mengeluarkan uang.

    .

    Angin malam berhembus tenang.

    Aku merapatkan jaketku yang berwarna keunguan.

    Terkadang aku melihatnya langsung ..

    Dengan kepala menengadah.

    Terkadang aku hanya menikmati cerminannya.

    Yang bergerak riak di permukaan air bergelombang.

    Terkadang aku menatap menantangnya dengan telentang.

    Membiarkan rambutku terurai lembab karena angin malam dan semen kasar di bawah kulit kepalaku.

    .

    Di saat aku merindukannya,

    Kutatap ia lekat-lekat.

    Berbisik aku rindu.

    .

    Ia hadir seumur hidupku.

    Melihatku hadir, tumbuh, dan tiada.

    .

    _🌷🌷🌷

  • Date: 16 Januari 2026

    Kembang api ..

    Cantik

    Mekar di langit

    Sempurna dengan warna-warninya.

    .

    Tapi hanya sementara.

    .

    Sisanya ..

    Langit penuh asap.

    Aroma terbakar.

    .

    Seperti rasa bahagia.

    Yang lahir dari kisah-kisah sebelumnya

    Kisah perjuangan ..

    Kisah cara bertahan ..

    Penerimaan.

    .

    Tuhan mengijinkan aku bahagia.

    Setelah semua yang kuhadapi.

    .

    Tapi bahagia itu singkat.

    Seperti saat makan.

    Jika berhenti tepat waktu, kenyang dan (masih) menyenangkan.

    Jika terlambat, tidak nyaman.

    .

    Kisah selanjutnya dari bahagia ..

    Adalah seperti asap.

    .

    Paling tidak aku bahagia.

    Walau sebentar.

    .

    Itu anugerah.

    Aku bersyukur.

    .

    _🌷🌷🌷

  • Date: 27 Sept 2023

    Cinta Bapa ..
    Memiliki rupa beragam ..

    Cinta-Nya kali ini kuumpamakan seperti semesta yang besar ..

    .

    Semesta besar ..
    Ke mana mata abuna pergi akan selalu sampai pada Bapa ..

    Semesta yang melingkupimu ..
    Menyelimutimu ..
    Memelukmu ..
    Menelan tubuh, keberadaanmu yang kecil dan sendiri ..

    .

    Semesta bisa ada untuk selamanya ..
    Tapi abuna tidak ..
    Karena beraga ..
    Karena bukan mahluk abadi ..

    .

    Semesta bisa saja lelah ..
    Tapi tidak bisa memilih untuk tiada ..
    Ia tetap di tempatnya ..

    Semesta memilih setia ..

    .

    Tulisan ini adalah tentang abuna dan semesta ..

    Bukan semesta yang menjadi sati-satunya inti ..
    Tapi abuna (juga) ..

    .
    Hingga judul tulisan ini adalah abuna dan semesta ..

    .

    Semesta adalah pelengkap kali ini ..
    Yang tidak menarik tanpamu ..
    Tidak bersubjek tanpamu ..

    Abuna yang sendu ..
    Merindu ..
    Cemburu ..

    Mu yang terbelenggu ..

    .

    Fungsi semesta adalah menyediakan udara .. untuk abuna bernafas ..
    Menyediakan biji2an hingga abuna bisa makan dan tidak kelaparan ..
    Berteman dengan matahari agar abuna bisa mendapatkan hangatnya ia ..
    Menata hujan pada waktunya ..
    Membujuk bulan untuk mau memperlihatkan dirinya yang menawan ..

    Abuna akan lihat indahnya dia ..
    Bersama paduan suara para bintang ..

    .

    Semesta berusaha sebaik2nya ..

    Celoteh burung2 menandakan semesta hidup ..
    Dan ia dekat ..

    Ya .. semesta merasa hidup karena satu mahluk ..
    Yang terkadang gamang ..

    Karena godaan untuk kecewa lebih mudah ..
    Daripada berucap syukur ..

    Abunaku dan semesta ..

    _🌷🌷🌷

  • Date: 08 Januari 2026

    Ada rasa yang berbeda ketika mendengar lagu itu.

    .

    Kalau di lirik lagu klise – rasa yang (sudah hilang), kurasakan kembali.

    Sama seperti .. ketika kamu mencium aroma tertentu dan tiba2 kamu merasa bahagia. Merasa .. rindu.

    Tanpa alasan.

    Tanpa kamu tau jelas – apa hubungan aroma dan rasa itu.

    Entah di mana logikanya.

    .

    Nah, benar.

    Seperti itu.

    .

    Ada rindu yang tak terjabarkan.

    Awalnya kupikir tak bisa ditakar.

    Tapi akhirnya aku tau seberapa dalam.

    Aku diijinkan untuk merasa dan melihat.

    Mengalami dan mengamati.

    .

    Aku ini entitas kecil di hamparan semesta.

    Titik kecil di bidang luas dengan tumpahan warna biru dan bintang perak kecil2.

    Gambaran visual itu tiba2 datang.

    Tidak bisa sama persis karena bayangan tiap orang pasti berbeda – tapi akan berusaha kujabarkan.

    Aku seperti membelah.

    Terbagi menjadi 2 kesadaran.

    Satu yang diam di bidang luas itu – aku MERASA kecil.

    Satu yang bergerak mundur, bisa MELIHAT aku yang kecil itu.

    Serius.

    Aku yang satunya benar2 kecil.

    Lama2 hanya sebesar titik.

    .

    Lagu itu membawaku masuk lebih jauh.

    Seperti ada tangan2 tak tampak yang memeluk.

    Tangan yang tidak asing.

    Tangan yang kukenal.

    Besar dan hangat.

    Tangan yang kurindu.

    .

    Lalu aku mulai menangis

    Karena rindu menggulungku seperti aku ini kepompong.

    .

    Aku berharap kamu juga diijinkan merasakan hal yang sama.

    Karena rasanya begitu indah.

    Sadar, tapi seperti dibawa jauh keluar dari rasa sesak.

    Rasa sendirian.

    Rasa pahit.

    Rasa kecewa.

    Semua rasa negatif itu.

    .

    Aku menyebutnya – tengah berada dalam lingkup Bapaku.

    .

    Lagunya terus bergulir ..

    Nada2 itu membawaku pada rindu yang besar.

    Selama ini aku hanya sibuk oleh takaran2 dunia ..

    Mengejar kecemerlangan yang sangat ingin aku dapat.

    Bukan jabatan tinggi ..

    Tidak muluk.

    Hanya ketenangan hati di setiap hari.

    Kerja dengan semangat tanpa rasa takut.

    Hahaha .. Kelihatannya seperti cita2 kecil yaa.

    Tapi tidak.

    Itu besar artinya untukku.

    .

    Aku bicara saat itu ..

    Dalam diam.

    Bapa. Betapa lagu ini sangat memberkati.

    Lagu sederhana, tapi bisa membawa masuk hatiku kembali kepada cinta mula2.

    Cinta mula2 yang sudah lama tak kurasa.

    Yang kupikir sudah hilang.

    .

    Betapa Ia bekerja dengan cara yang indah dan ajaib.

    .

    Aku mau Bapa ..

    Kau tuntun aku ..

    Agar tulisan2 kecilku ini .. (mungkin) bisa menjadi kekuatan.

    Tempat pulang .. untuk lebih mencintai diri.

    Untuk jujur pada diri sendiri ..

    Karena setiap pribadi berharga.

    Bukan di mata manusia.

    Bukan di mata atasan.

    Bukan di mata orangtua.

    Bukan di mata pasangan.

    Bukan di mata anak2.

    Bukan di mata semua yang kamu anggap penting.

    Bukan.

    Karena kamu sungguh berharga.

    .

    Aku ingin kamu merasakan hal yang sama.

    Karena rasanya sungguh indah ..

    Dan begitu kamu mengalaminya,

    Semua yang kamu kejar demi dunia sampai saat ini tidak lagi penting.

    .

    Rindu.

    .

    _🌷🌷🌷

  • Date: 26 Nov 2025

    Sebuah rumah mungil ..

    Berjarak cukup jauh dengan rumah2 lainnya.

    Tidak besar ..

    Tetapi cukup luas.

    Berjendela persegi panjang dengan list biru ocean ..

    Berdinding bata putih

    Dengan semerbak wangi lavender bercampur wangi lembab musim hujan.

    .

    Kutelusuri dinding2 di ruangan keluarga dengan mataku.

    Ada banyak foto tergantung di sana.

    Senyum2 cukup cinta.

    Dekap2 cukup penghargaan.

    Aku, kamu ..

    Si anak2 lucu ..

    .

    .

    .

    Kita punya banyak mainan untuk dipajang

    Beragam versi.

    Sebagian besarnya mengisi ruang yang sering kita pakai untuk membuat karya ..

    .

    Kita melukis kanvas-kanvas besar bersama.

    Aku membingkai gambar yang kubuat dengan kertas, tali, dari berbagai jenis media lainnya.

    Kamu mengambil foto mainan-mainan.

    Foto kita ..

    Foto si anak2 lucu.

    .

    Kita punya studio foto dengan peralatan yang cukup lengkap.

    Cukup tempat untuk meletakkan banyak lensa,

    Mika warna-warni sebagai filter.

    Juga soft box, hard box, dan pencahayaan yang cukup.

    .

    Kita sering berlama2 di ruangan itu.

    Kadang aku sendirian ..

    Kadang aku berdua kamu atau Abby ..

    Kadang kita berlima.

    Lemari2 kaca bertekstur.

    Dengan kombinasi warna dusty pink, putih, dan mocha.

    Lembut dan hangat.

    Seperti kita.

    .

    .

    .

    Semua sore berwarna jingga.

    Tetapi tidak setiap hari aku mampu menikmatinya.

    .

    .

    .

    Suatu hari nanti ..

    Akhir bahagia di rumah berdua.

    _🌷🌷🌷

  • Date: 11 Des 2025

    Saat sesuatu ITU bukan milikku ..

    Dan (kebetulan) IA datang ..

    (mungkin) hanya untuk menghampiri ..

    .. (mungkin) tidak lama ..

    .. (mungkin) hanya 1 hari .. 1 bulan .. 1 tahun .. 1 purnama ..

    Yang pasti .. tidak selamanya.

    IA memiliki waktu.

    Ia memberikan waktu.

    .

    Semua datang dengan tujuan baik.

    Walau bentuknya tidak selalu terlihat baik.

    .

    Saat kehadirannya adalah sebuah pemenuhan.

    Yang berarti kekuatan ..

    (juga) tempat pemulihan ..

    Rasa hangat ..

    Rasanya (hampir selalu) seperti rumah ..

    .

    Waktu ..

    Waktu.

    .

    Saat IA dibawa pergi,

    Akan ada air mata.

    Akan ada lubang besar ..

    Akan ada diam yang kubuat untuk bertahan.

    .

    .

    .

    Aku bukan daun ..

    Aku bisa berwarna coklat dan mengering.

    Tapi rapuh bukan nama tengahku.

    .

    Aku meminta ..

    Kepada satu2nya Bapaku.

    Aku tahu Ia mendengar.

    Aku tahu Ia tahu ..

    Apa yang kukorbankan demi-Nya

    Mungkin bukan hari ini.

    Mungkin perlu ribuan kehidupan.

    Ribuan kesadaran.

    Akan kutemukan.

    ITU.

    .

    _ 🌷🌷🌷

  • Date: 12 Sept 2023

    Hari itu, 11 September 2023

    Ketika kemarin dirimu bertanya
    “Kamu jadi anakku aja ya ..?”
    Dengan wajah tegak ..
    Yang lalu tertunduk ..

    Kuhanya dapat melihat ..
    Pucuk kepalamu ..

    Tidak rupa dan matamu ..

    ..

    Ada jeda cukup panjang ..
    Kadar oksigen yang membantu nalar bergerak adalah cukup ..

    Yang menghentakku adalah nadamu penuh kasih ..
    Ketika kau bertanya ..

    Ada penerimaan yang besar ..
    Keinginan tulus dari seorang Hardi untuk anak tersesat ..
    Dengan kondisi hati berlubang-tambal, bibir kering, tanpa rumah ..

    Pertanyaan itu ..
    Seperti sebuah pinangan dengan kasih Bapa ..

    .

    Kau bilang aku boleh memanggilmu ayah ..

    Abuna ..
    Abunaku .. 🩷

    Jangan hilang dariku ..

    .

    Kumengasihimu, abuna ..
    Ku mau ada dalam hidupmu ..

    Ku mau kau bangga padaku.

    .

    Abuna ..
    Boleh bertanyakah ..?

    Berapa banyakkah anak2mu di luar sana?
    Berapa banyak yang kau tawarkan menjadi anakmu?

    .

    Mereka pasti istimewa bagimu ..

    Tapi aku tetap yang teristimewa!

    Aku tahu sekarang abuna sedikit tersenyum ..

    Tersenyumlah abuna ..
    Kau selalu pantas terlihat dengan tawa lengkung itu ..
    Di bibirmu ..

    Kuharap ..
    Kami tidak akan pernah membuatmu ..
    Kecewa ..

    .

    Abunaaa ..
    Abunaa ..
    Kuperlu membiasakan diri memanggilmu abunaku 🩷

    Abuna kesayanganku.

    _🌷🌷🌷